RAME : Kisah Ibu yang Larang Penumpang Laki-Laki Duduk di KRL

RAME : Kisah Ibu yang Larang Penumpang Laki-Laki Duduk di KRL

Baca Juga



Cerita di dalam Commuter Line (KRL) memang beragam, setelah kasus dua perempuan yang jambak-jambakan karena senggolan di dalam KRL, kali ini kisah seorang ibu yang melarang penumpang laki-laki duduk ramai di media sosial.
Yudi Hadi Wiguna membagikan kisah di akun Facebook miliknya. Unggahan Yudi ini sudah mendapat lebih dari 5 ribu komentan dan dibagikan lebih dari 5 ribu kali.
Yudi saat itu naik KRL jurusan Duri-Bogor dan kebetulan mendapat duduk di kursi biasa, bukan di kursi prioritas. Dia berencana berhenti di Stasiun Duren Kalibata. Saat kereta transit di Manggarai, ada seorang ibu-ibu berbaju hitam naik dan berdiri tepat di hadapannya.
"Selang beberapa menit setelah kereta berjalan dari Stasiun Manggarai, si ibu ini tiba-tiba menegur saya. "Heh bangun lo, gue mau duduk. Lo ga pantes duduk, lo pantesnya berdiri. Gue perempuan, gue yang lebih pantes duduk," tulis Yudi menirukan ucapan ibu tersebut.

Yudi yang ditegur itu bingung dengan nada si ibu yang kasar. Dengan berat hati dia berdiri dan memberikan tempat duduknya.
"Kata bapak-bapak yang juga di depan gue "jangan dek, gak usah". Tapi jujur dengan berat hati gue langsung berdiri dan memberi ibu itu tempat duduk dengan maksud daripada gue nanti gue malah di tegur orang 1 gerbong," kata Yudi.
Tidak selesai sampai di situ, ternyata ibu tersebut tetap menggerutu dan mengumpat dengan kata-kata kasar. Padahal Yudi saat itu tidak berbicara apa pun kepadanya.
Saat kereta tiba di Stasiun Tebet, penumpang perempuan yang duduk di samping ibu itu turun. Karena kursi kosong, bapak yang berdiri di samping Yudi berniat duduk di kursi tersebut. Namun lagi-lagi ibu tersebut marah-marah.
"Si ibu itu langsung bilang "Nggak ada yang boleh duduk di sini, nggak pantes lo duduk di sini. Lo laki kan, bukan banci? Laki-laki gak ada yang boleh duduk. Yang boleh duduk tuh perempuan." katanya.
Omongan ibu itu yang keras langsung membuat penumpang lain melihat ke arahnya. Mereka bingung dan bahkan ada yang menganggapnya stres.
"Terlepas dari ibu ini gila, stress atau apa, gue cuma menyanyangkan saja sikapnya yang langsung membentak gue pengen duduk tanpa ngomong dengan baik-baik. Lagi pula saya masuk dan duduk di gerbong umum dan tidak duduk di kursi prioritas. Dan apa ada peraturan dari KRL bahwa laki-laki tidak boleh duduk (kecuali di gerbong khusus wanita)? Saya rasa di UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian juga tidak ada pasal yang menyebutkan itu," ujar Yudi.
kumparan (kumparan.com) sudah mengirim pesan kepada Yudi untuk mengkonfirmasi hal ini namun belum mendapat respons.
kumparan kemudian menghubungi Vice President (VP) Komunikasi Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunnisa. Eva menyatakan pihaknya tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh ibu tersebut. Bila ada kejadian yang mengganggu atau meresahkan, Eva mengimbau penumpang bisa segera melapor ke petugas.
"Kecuali kursi prioritas, kursi lain bebas digunakan. Selain gerbong khusus wanita, kursi di kereta lain bebas digunakan laki-laki atau perempuan namun tetap memperhatikan aturan dan ketentuan untuk penumpang prioritas atau berkebutuhan khusus ," kata Eva.


"Intinya asal bukan kereta khusus wanita pengguna pria bebas duduk di mana saja, namun tetap memperhatikan aturan dan ketentuan untuk penumpang prioritas atau memiliki kebutuhan khusus," tambahnya.
Berikut unggahan lengkap Yudi Hadi Wiguna di akun Facebooknya:
Kemarin saya naik KRL Commuter Line Duri-Bogor dengan tujuan Stasiun Duren Kalibata. Pas kereta lagi transit di Manggarai, ada ibu ini naik dan berdiri tepat di depan saya. Selang beberapa menit setelah kereta berjalan dari Stasiun Manggarai, si Ibu ini tiba-tiba menegur saya.
Ibu : heh bangun lo, gue mau duduk. Lo ga pantes duduk, lo pantesnya berdiri. Gue perempuan, gue yang lebih pantes duduk.
Yudi : *gue bingung dan bungkam*
Kata bapak-bapak yang juga di depan gue "jangan dek, gak usah". Tapi jujur dengan berat hati gue langsung berdiri dan memberi ibu itu tempat duduk dengan maksud daripada gue nanti gue malah di tegur orang 1 gerbong.
Sepanjang jalan, ibu itu terus nyinyir. Sampai mengeluarkan kata-kata kasarnya seperti orang tidak berpendidikan. Padahal saat itu saya tidak mengucap satu katapun dan tak ada juga orang sekitar yang mencelanya.
Pas di stasiun tebet, ada orang sebelah ibu itu yang turun dari kereta dan otomatis bapak-bapak yang tadi di depan gue dia pengen duduk di sebelah ibu itu.
Baru juga mau naro pantat, si ibu itu langsung bilang "gak ada yang boleh duduk disini, gak pantes lo duduk disini. Lo laki kan bukan banci? Laki-laki gak ada yang boleh duduk. Yang boleh duduk tuh perempuan."
Sontak seisi gerbong mengalihkan perhatiannya ke ibu itu dengan muka kaget dan bingung. Sampai-sampai ada yang ngomong "halah orang gila."
Terlepas dari ibu ini gila, stress atau apa gue cuma menyanyangkan aja sikapnya yang langsung membentak gue pengen duduk tanpa ngomong dengan baik-baik. Lagi pula saya masuk dan duduk di gerbong umum dan tidak duduk di kursi prioritas. Dan apa ada peraturan dari KRL bahwa laki-laki tidak boleh duduk (kecuali di gerbong khusus wanita)?! Saya rasa di UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian juga tidak ada pasal yang menyebutkan itu.
Mungkin si ibu lupa kalau dirinya sedang menggunakan transportasi umum dan merasa bahwa dia sedang sendirian disana.

Sumber : https://kumparan.com/salmah-muslimah/ramai-kisah-ibu-yang-larang-penumpang-laki-laki-duduk-di-krl?ref=rel

Related Posts

RAME : Kisah Ibu yang Larang Penumpang Laki-Laki Duduk di KRL
4/ 5
Oleh