Melawan Polisi Pakai Parang, Buronan dan Pelaku Cabul Asal Muara Enim Kena 3 Tembakan

Melawan Polisi Pakai Parang, Buronan dan Pelaku Cabul Asal Muara Enim Kena 3 Tembakan

Baca Juga


Aksi pelaku kejahatan yang satu ini sangat keterlaluan.
Kabur dari kejaran polisi di kampung halamannya, usai merampok dan menewaskan korbannya, dia berulah lagi.
Pulau Bangka jadi tempat persembunyiannya selama 3 tahun terakhir ini.
Learn More
Selama hidup di Kota Pangkalpinang, Dodi Harbau (25) kerja serabutan.

Kini, dia bertingkah lagi.
Seorang bocah perempuan, yang terhitung kerabatnya sendiri dicabuli pemuda ini.
Saat hendak ditangkap, Dodi kalap.
Dia berusaha menyerang anggota Tim Opsnal Kepolisian Sektor Taman Sari menggunakan parang, Kamis (27/7/2017) dini hari.
Warga asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ini akhirnya tak berkutik.
Setelah tiga tembakan polisi bersarang di betis kiri dan kanan serta telapak kaki kanan.
"Kondisi anggota kita tidak apa-apa, hanya mengalami luka pada bagian tangan dan sedikit terluka di bagian wajah, karena pelakusempat melawan dan berkelahi dengan petugas," kata Kepala Kepolisian Resor Pangkalpinang AKBP Noveriko Alfred Siregar, Kamis (27/7).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penyerangan bermula ketika Tim Opsnal Polsek Taman Sari hendak menangkap Dodi di sebuah pondok pabrik batako di Kelurahan Rejosari, Pangkalpinang.
Dodi adalah terduga pelaku pencabulan terhadap keponakannya sendiri, sebut saja Mawar (7).
Learn More
Kasus ini dilaporkan orangtua korban ke polisi pada Selasa (25/7) lalu.
Belakangan diketahui pula bahwa Dodi merupakan buronan kasus pembegalan disertai pembunuhan di Kabupaten Muara Enim, Sumsel, pada 2013 lalu.
"Ternyata pelaku ini merupakan buronan dalam kasus pembunuhan di Kabupaten Muara Enim. Saat personel kita hendak mengamankannya, pelaku langsung mengeluarkan parang panjang dan mengarahkannya ke petugas, maka kami beri tindakan tegas karena ingin melarikan diri juga," ujar Noveriko.
Dari tangan Dodi, polisi berhasil mengamankan sebilah parang panjang yang digunakan untuk menyerang petugas.
Dikira maling
Sementara, Dodi membatah disebut akan menyerang polisi.
Dia mengaku tidak tahu akan ditangkap terkait kasus pencabulan.
Ia mengira polisi yang mendatanginya ketika itu adalah pencuri.
"Saat itu saya lagi tidur. Jadi, ada parang di samping saya, langsung saya serang, pikiran saya maling," kata Dodi usai diamankan Tim Opsnal Polsek Taman Sari.
Saat ditanya mengapa ia tega mencabuli keponakan sendiri, Dodi mengaku tidak bisa mengontrol diri untuk melakukan perbuatan tersebut.
Learn More
"Saya kerja bangunan dan cetak batako. Sekitar tahun 2014 masuk sini (Bangka--red) sendiri. Sebelumnya jadi buronan, keliling melarikan diri," tuturnya.
Kabur sebelum sidang
Sementara dari pengakuan Dodi, ia melarikan diri ketika pihak kejaksaan hendak mengantarnya menghadiri sidang di Sumatera Selatan pada 2013 lalu.
"Saya cuma membantu saja, lalu melarikan diri," kata Dodi usai diamankan Tim Opsnal Polsek Taman Sari, kemarin.
Dalam pelariannya, pria berusia 25 tahun itu mengaku sempat berdomisili di Provinsi Lampung.
Dia baru menginjakkan kaki di Pulau Bangka pada 2014.
Soal tertangkapnya Dodi Harbau, Kapolres Pangkalpinang AKBP Noveriko Alfred Siregar mengaku telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Muara Enim.

Learn More
"Rencananya kita dahulukan kasus pertama yang membelit pelaku di tempat asalnya di Kabupaten Muara Enim untuk menjalani proses hukumnya," kata Noveriko.
"Untuk penjemputannya akan kita koordinasikan lagi dengan pihak di sana. Mereka membenarkan bahwa pelaku inilah yang berhasil melarikan diri dari wilayah hukum mereka," ujarnya. 
Sumber : http://bangka.tribunnews.com

Related Posts

Melawan Polisi Pakai Parang, Buronan dan Pelaku Cabul Asal Muara Enim Kena 3 Tembakan
4/ 5
Oleh