7 Alasan Mengapa Seragam Praja IPDN Ketat-ketat, Sampai Kesannya Seperti Baju Kekecilan



Pernah enggak berpapasan sama para praja (siswa) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)?
Tak jarang semua orang yang melihat pasti akan langsung salah fokus ke seragam yam mereka kenakan.
Yup, pada umumnya praja IPDN terutama yang cowok pada pakai baju yang ketat-ketat.
Saking ketatnya sampai pinggangnya keliatan ramping banget.
Bagian lengannya juga ketat, terkadang mengesankan bajunya kekecilan.
Hal ini rupanya bukan tanpa tujuan, inilah beberapa alasan yang TribunStyle.com rangkum dari berbagai sumber.
Laman bennyrhamdani.com membeberkan hasil tanya-tanyanya pada seorang purna praja:
Seorang praja yang diwawancara bernama Rakha Dhifan Luthfi Febriansyah, S.STP mengatakan soal seragam telah ada aturannya yang baku.
Dalam Permendagri No.46 tentang Peraturan Tatat Kehidupan Praja (Petadupra).
Yang mana pakaian harus menyesuaikan dengan bentuk badan.
Namun terlalu ketat juga tidak diperbolehkan, ada aturan dilebihkan ukuranya di bagian perut dan lengan.
Bisa dibayangkan juga dong kalau terlalu ketat.
Betapa akan sesak nafas?
2. Motivasi
Mengenakan seragam ketat membuat para praja menjadi termotivasi buat ngebentuk badan supaya jadi kelihatan bagus.
Akhirnya mereka termotivasi untuk menjalani fitness, dan olahraga angkat beban lain untuk pembesaran otot dan membentuk keindahan tubuh.
3. Lebih Percaya Diri
Praja lain yang ditanya adalah Putut Kristiawan, Doi mengaku jika mengenakan seragam semacam itu akan terlihat rapi dan tidak mudah berkerut, jatuhnya jadi nampak elegan.
Hal elegan ini membuat pra praja menjadi lebih percaya diri.
Seperti halnya rasa percaya diri para model dan artis-artis yang tiap hari jadi sorotan di layar kaca.
4. Gagah
Kalau badan sudah bagus pakai yang ketat begitu efeknya akan jadi telihat semakin gagah.
Bayangkan kalau baju ketat tapi perut buncit.
Makin kentara jelas buncitnya seperti laki-laki hamil.
Atau paling tidak seperti pria-pria sudah umur 40-an.
Hal ini katakan praja Aris Ratu Djaga purna.
5. Pengontrol Berat Badan
Seragam ketat ini rupa-rupanya berfungsi sebagai tolak ukur berat badan.
Kalau seragam tiba-tiba terasa sempit, sudah berarti tubuh mulai melar.
Dengan begitu, olahraga kembali harus ditingkatkan.
Pendek kata, baju ketat jadi pengingat naiknya berat badan.
Melar dikit, terasa!

6. Tidak Menggangu Aktivitas
Sekilas seragam ketat ini menganggu kala mereka beraktivitas, ternyata hal ini tidak benar adanya.
Seragam masih nyaman, karena bahannya bukan denim.
7. Bisa Disesuaikan
Pihak IPDN tetap memperbolehkan praja untuk menyesuaikan, meskipun di awal diberikan dari kampus, selebihnya boleh menjahitkan sendiri.
Artinya, ada kelonggaran untuk mendesain baju yang tidak terlalu ketat, asal juga tidak terlalu longgar seperti kaos oblong
Sumber : style.tribunnews.com

Penjelasan Mengapa Nabi Isa Disebut Lebih Banyak Di Alquran Dibanding Nabi Muhammad



Sebanyak 25 kali, Nabi Isa alaihissalam disebutkan di dalam kitab suci Alquran. Sedangkan nama Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hanya 4 kali disebutkan dalam kitab suci Alquran. Lebih banyaknya disebutkan nama Nabi Isa alaihissalam daripada nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menunjukkan banyak hal. Di antaranya:

1. Kedudukan Nabi Isa alaihissalam sangat tinggi dalam Islam
Nabi Isa memang memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Hingga di dalam kitab suci Alquran menyebut namanya puluhan kali. Selain itu, sesungguhnya Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati. Tentunya dengan nabi-nabi yang lainnya. Sudah seharusnya para pemeluk kristiani pun menghormati nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab umat Islam tidak kurang hormatnya kepada nabi mereka. Walau pun tidak harus menjadikan sang Nabi sebagai tuhan.
Akan tetapi penghormatan kepada nabi Isa dalam sudut pandang Islam berbeda dengan sudut pandang umat kristiani. Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa dan tidak menuhankannya. Nabi Isa menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja. Sedangkan bagi umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
2. Adanya Keterkaitan antara Isa dan Muhammad
Agama yang dibawa oleh nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memang berasal dari sumber yang sama. Kemudian orang-orang sesat menyelewengkan peninggalan beliau dan merubahnya dengan agama yang mereka buat sendiri. Oleh karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh jika nama beliau diulang sebanyak 25 kali dalam Alquran.
Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.
3. Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya
Bagi umat Islam sendiri, tidak mempermasalahkan jika nama nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hanya disebut 4 kali saja di dalam Alquran. Sebab yang terpenting bukanlah penyebutannya namanya, melainkan kita semua tahu bahwa ke-114 surat dan 30 juz dalam Alquran memang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Jadi jika keseluruhan ayat-ayat Alquran diturunkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, jadi untuk apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut. Kemuliaan suatu makhluk tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Alquran. Tahukah anda, kata Setan disebutkan jumlahnya di dalam Alquran tidak kurang dari 62 kali.
Jadi, apakah kita akan menghormati setan? Tentu saja tidak. Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Alquran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Alquran? Tentu tidak juga.
Sebenarnya setiap kali ada ayat Alquran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah), itu merupakan dialog Allah kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Dan jika dihitung-hitung, jumlahnya mencapai 300 lebih.
(bimbim – harianindo.com)

Panglima Burung Akan Menikah dengan Titisan Nyi Roro Kidul, Sesajen Sapi Sudah Disiapkan



Panglima Burung dari Suku Dayak dikabarkan akan menikahi Sri Baruno Prameswari, sosok mistis yang dipercaya sebagai titisan Nyi Roro Kidul. Pernikahan akan dilakukan dalam adat Dayak.

Berbagai persiapan, termasuk sesajen yang akan dipersembahkan telah disiapkan guna acara gaib yang akan digelar di di Desa Telok, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.
“Sudah disiapkan sapi, katanya mau memotong sapi untuk pernikahan itu,” ujar Kapolres Katingan AKBP Tato Pamungkas, Kamis (23/2/2017).
Isay Djudae selaku damang kepala adat Kecamatan Katingan Tengah juga telah melakukan upacara tenung untuk ritual tersebut guna berkomunikasi dengan roh halus.
Dalam ritual tenung tersebut diundang pula mantri adat Desa Telok, Desa Mirah Kalanaman, dan Desa Tumbang Manggu.

Setelah berkomunikasi dengan roh, upacara pernikahan akan digelar di rumah damang kepala adat Kecamatan Katingan Tengah, dengan sesajen yang harus dipersiapkan berupa sapi, babi, ayam, dan lain-lain.
“Ibu Retno, yang mengaku utusan Sri Baruno, sudah menyerahkan sejumlah uang untuk membeli keperluan persiapan ritual pernikahan tersebut,” jelas Tato.
Upacara pernikahannya sendiri rencananya akan digelar pada 28 Februari 2017 mendatang.
(samsul arifin – harianindo.com)

Perawat di Inggris Mengaku Ada Kekuatan Luar Biasa dari Alquran



Salah seorang wanita bernama Cassie (23 tahun) adalah seorang perawat pribadi yang bekerja di sebuah keluarga di Inggris. Cassie bertugas merawat seorang kakek yang berusia 80 tahun, bernama Saleem (bukan nama sebenarnya). Majikannya tersebut tengah menderita penyakit alzheimer, semacam sindrom yang mengganggu fungsi sel-sel otak.

Hal tersebut adalah pekerjaan pertama Cassie sejak lulus dari sekolah keperawatan. Belakangan ini, Cassie sadar bahwa Saleem merupakan seorang Muslim. Sebelumnya, Saleem beragama lain. Ia menyadarinya ketika memberikan beberapa obat untuk majikannya yang ternyata (kandungannya) tidak dibolehkan dalam Islam. Sejak saat itulah, ia mencoba beradaptasi. Ia membawakan kepadanya daging halal. Tidak ada lagi daging babi atau alkohol di dalam sajian.
“Itu setelah saya sendiri mencari tahu bagaimana ajaran Islam tentang ini,” kata Cassie, seperti dikutip AboutIslam.net, Senin (23/1/2017).
Beberapa temannya sesama perawat yang ada di rumah Saleem merasa heran dengan Cassie. Pasalnya. perempuan itu bekerja sedemikian cermat. Padahal, Cassie bisa saja bekerja tanpa perlu banyak bertanya, misalnya, tentang pemilahan antara daging halal dan haram. Karena toh ia hanya seorang perawat, tidak merangkap sebagai koki yang mengurus bahan makanan.
Akan tetapi, Cassie berkeyakinan bahwa seorang pemeluk agama tertentu berhak dihormati, bagaimanapun kondisinya. Kondisi fisik Saleem dari hari ke hari menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Ia mulai bisa menggerakkan kedua tangannya atau merebahkan badannya sendiri. Bagi Cassie, hal tersebut tentu merupakan kabar gembira.
Semenjak itu, mulailah Cassie aktif mencari tahu tentang komunitas Islam di dunia maya. Di situlah ia mendapatkan tautan mengenai teks dan audio terjemahan Alquran. Cassie menyimpan file tersebut di iPod miliknya. Secara tak sengaja, ia membuka file dan mendengarkan surah an-Nahl (Lebah). Pertama kali mendengarkannya, Cassie langsung menyukainya dan mengulanginya lagi beberapa kali.
Suatu hari, Cassie mendekatkan iPod itu ke telinga Saleem agar ia bisa ikut mendengarkan surah an-Nahl. Ia tersenyum dan kemudian menangis, kenang Cassie. Kejadian tersebut membuat Cassie berubah haluan. Dari mempelajari Islam untuk mendukung perawatan terhadap pasiennya, menjadi lebih mengenal Islam untuk diri Cassie sendiri. Ia merasa, ada kekuatan yang luar biasa dari Alquran.
Menurut Cassie, baru kali itulah ia mencari keyakinan spiritual dalam hidupnya. Ketika kecil dulu, Cassie telah ditinggal wafat kedua orang tuanya sejak usia tiga tahun. Cassie dan saudara lelakinya kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya yang wafat empat tahun lalu. Mereka tidak terlalu aktif mengajari Cassie dan saudara kandungnya tentang agama apa pun.
“Oleh sebab itu, pengalamanku merawat Saleem memberikan semacam rasa damai. Meskipun tengah terbaring sakit, saya menyaksikan pasien saya itu bisa merasakan kedamaian dan ketenangan batin. Sekalipun tak ada orang (keluarga) di sekitarnya. Saya menjadi ingin mendapatkan apa yang ia rasakan,” ujar Cassie.
Cassie dikasih saran oleh salah seorang pengguna akun komunitas Muslim agar ia mengunjungi sebuah masjid di sekitar tempat tinggalnya. Pertama kali, Cassie hanya ingin menyaksikan bagaimana orang Islam menunaikan shalat secara bersama-sama.
Lantas, Imam masjid dan istrinya yang melihat Cassie, kemudian menyambutnya tanpa perlakuan intimidatif. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan Cassie dengan baik. Sang istri bahkan memberikan kepada Cassie sejumlah buku tentang mengenal Islam. Lantas ia pun memeluk islam.
Sepekan setelah Cassie memeluk Islam, majikannya, Saleem pun mengembuskan napas terakhir. Pria itu meninggal dunia dalam tidurnya. Selama bekerja beberapa tahun, Cassie sudah menganggap Saleem bagaikan ayah kandungnya sendiri, yang ia rawat dengan tulus. Dan seperti dilansir Muslim Link Paper, Cassie pun akhirnya wafat pada Oktober 2010 lalu.

Wow, 99 Suami Wanita Ini Tewas Saat Malam Pertama, Hanya 1 Yang Selamat


Istilah wanita perkasa dan hebat biasanya identik dengan wanita yang berjuang sebagai tulang punggung keluarga, atau wanita karir dengan puluhan perusahaan tapi juga dapat berperan sebagai ibu rumah tangga yang berhasil.

Namun lain ceritanya dengan sosok wanita yangbernama asli Nian Nio Lian Khie ini.
Dalam penelusuran sejarah, Nian Nio Lian Khie kemudian berganti nama menjadi Putroe Neng setelah menikah dengan Sultan Meurah Johan.
Nian Nio Lian Khie dikenal sebagai komandan perang wanita dari Tiongkok dengan pangkat Jenderal.
Suatu saat Sultan Meurah Johan mengalahkan pasukan Nian Nio Lian Khie di medan pertempuran dan memperistri Lian Khie.
Kisah ini ditulis kembali oleh Ayi Jufridar dalam sebuah novel berjudul “Tatkala Malam Pertama Menjadi Malam Terakhir Bagi 99 Lelaki”.
Diceritakan, Putroe Neng mempunyai 100 suami, tapi 99 suaminya tewas pada saat malam pertama, termasuk Sultan Meurah Johan yang tewas di atas ranjang dengan tubuh membiru akibat senjata racun dalam tubuh Putroe Neng.
Senjata racun tersebut ditanam oleh nenek Nian Nio Lian Khie pada kemaluan Lian Khie untuk menjaga cucunya agar tidak menjadi korban keganasan perang atau pemerkosaan.
Akibat dari senjata tersebut, tidak ada yang selamat dari 99 suaminya pada setiap malam pertama, sampai akhirnya seorang Syeikh Syiah Hudam meminangnya menjadi istri atau menjadi suami ke-100 bagi Putroe Neng.
Syiah Hudam inilah yang berhasil mengeluarkan racun dari kemaluan Putroe Neng tanpa disadarinya, sehingga malam pertama dapat dilewati dengan selamat.
Namun sayangnya, hingga menjelang ajal keduanya tidak dikaruniai anak.


Pesan Berantai Bocah SD Dari Alam Kubur Hebohkan Netizen



Kemampuan smart phone untuk membuat siapa saja bisa mengirim pesan dengan jumlah yang banyak sekaligus. Lewat berbagai fitur aplikasi perpesanan yang dapat diinstal di ponsel pintar tersebut.

Meski demikian, kemudahan ini kadang kala digunakan orang untuk menyebar informasi hoax, promosi gatis, dan lain sebagainya.
Seperti yang baru-baru ini viral dan membuat heboh dunia maya. Beredar pesan broadcast mengerikan di berbagai aplikasi perpesanan ponsel pintar. Pengirimnya mengaku seorang bocah bernama Radit, umurnya 12 tahun. Ia telah meninggal dunia dan mengirim pesan dari dalam kubur. Bagaimana bisa?
Sebelum bertanya jauh ke sana, konten yang dikirim Radit amat sangat mengerikan. Ia mengaku sebagai korban ledakan bom. Kepalanya tertembus serpihan kaca dan langsung meninggal seketika.
“Kak tolong sebarkan BC ini ke seluruh kontak kakak. Kalau tidak aku akan datang ke kamar kaka dan membunuh kakak,” tulis pengirim yang mengaku bernama Radit, mulai mengancam, Rabu (26/4/2017).
Tidak berhenti sampai di situ, Radit juga memerikan contoh-contoh orang yang telah ia bunuh karena tidak menyebarkan broadcast. Korban pertama bernama Gisel yang cuma mengirim ke dua kontak.
“Malemnya aku datang, dan memotong-motong jari Gisel dengan serpihan kaca yang menancap di kepalaku,” tulisnya.
Hal yang sama juga diceritakan terjadi pada korban bernama Rendi yang mengirim broadcast hanya kesepuluh kontak. Jari kakinya digigit sampai putus.
Pengirim juga mengirimkan contoh orang yang mau mengirim broadcast ke seluruh orang di kontaknya.
“Namanya Karla, aku datang kepadanya dan membawakan liontin sebagai hadiah,” tulisnya.
Radit mengirim broadcast itu dengan tujuan biar sampai ke pelaku pengeboman. Dilengkapi dengan tanda tagar bahkan sumpah demi Tuhan bahwa broadcast itu adalah sebuah kebenaran.
Tentu saja, broadcast tersebut juga diunggah ke media sosial Facebook. Beberapa netizen menganggap cerita dalam broadcast itu cukup mengerikan. Sebagian mengangap broadcast seperti itu sangat kampungan. Kendati demikian, tak jarang netizen yang mengaku ketakutan dan menyebarkan broadcast tersebut. 

Heboh Kemunculan Foto Wanita Bertangan Tiga di Kereta Kencana Pendopo Cianjur



Sebuah foto yang menunjukkan seorang wanita bertangan tiga sedang duduk di kereta kencana Pendopo Cianjur Jawa Barat menghebohkan medsos. Foto yang terkesan horor itu pertama kali diunggah di grup Facebook Reinhard Driple.

Pada foto tersebut, wanita yang duduk di Kereta Kencana Badak Putih di Pendopo Cianjur diketahui bernama Bu Teti.
Guru SD Karangtengah itu mengenakan busana serba merah. Tak ada yang salah dengan pakaian Bu Teti. Namun, sorotan netizen tertuju pada tangan kiri Bu Teti.
Bu Teti yang mengenakan kerudung merah, celana merah dan kemeja batik dengan motif merah bercampur hijau itu terlihat memiliki dua tangan kiri. Tangan kiri yang satu diletakkan di dagunya sendiri. Sedangkan tangan kiri satunya lagi bersusun dengan tangan kakanannya yang diletakkan di paha sebelah kanan.
”Heboh penampakan bertangan 3 di Guru SD Karangtengah Ketika acara FS2N TK Kabupaten di Pendopo kemaren NO EDITAN. ASLI,” tulis Reinhard, pria yang mengambil foto Bu Teti, Jumat (5/5/2017).
Benar saja postingan yang diunggah kemarin pagi itu langsung dibanjiri komentar dan reaksi dari pengguna Facebook. Tak sedikit yang menilai bahwa foto itu hasil editan dan hoax.
Reinhard pun bersikukuh bahwa foto wanita bertangan tiga itu bukan editan. Ia meladeni setiap pertanyaan dari anggota grup Facebook yang meragukan foto tersebut.
”Tanpa editan itu mah kejadiannya pas lomba kabupaten kemaren di pendopo,” papar Reinhard lagi.